Selasa, 29 September 2009

lik man part 2 (balap sepeda ibu2)

setiap bula agustus di negara lek man tinggal selalu di adakan pereayaan kemerdekaan
mulai dari perlombaan anak2 hingga karnaval kota...
perlombaan sepeda antar ibu2 lah yang paling di tunggu oleh semua orang di desa likman
benar sekali karena hampir semua ibu rumah tangga ikut serta dalam acara tahunan kali ini
tak terkecuali si ngayem istri lik man,, doi juga semangat banget ni ikut perlombaan,, sampai2 kalau doi kepasar ni doi sengaja ngebut, dengan tujuan melatih otot2nya agar kuat kalau ikut lomba nanti,,se lain itu sang suami (likman) juga sangat mendukung,, dia sampai memikirkan bagau mana agar sepeda yang di gunakan istrinya waktu lomba dalam performa yang maksiamal,, sehingga si ngayem bisa menjadi juara dalam perlombaan balap sepeda tinggak desa ini,, hadiahnya lumayan sih,, satu ekor kambing...
dengan memutar keras otak likman mimikirkan bagaimana agar si istri bisa menang dalam kejuaranaan balap sepeda ini,, setelah berpikir panjang dan mempertimbangkan fisik sang istri maka likman segera memodifikasi sepeda yang sering di gunakan oleh si istri,, dah hasil nya cukup fantastis....perjalan kepasar yang awalnya di tempuh ngayem dalam waktu 45 menit ini bisa menjadi 15 menit bukan kah hal yang fantastis.....
tibalah pada hari perlobaan,, penonton sudah mengerumuni arena balap yang ada di lapangan desa,, "nah perlombaan ini akan segera dimulai" terdengar suara lantang di mikropon...."perlombaan sepeda ibu2 desa kita....merebutkan hadiah seekor kambing betina yang sedang bunting 3 bulan, peraturan perlombaan adalah,, memutari lapangan sebanyak 48 putaran,, siapa yang paling cepat masuk ke garis finis dialah yang juara,, kepada para peserta di harap segera menempatkan diri pada garis start....mari sodara2 kita sambut para peserta dengan tepuk tangan yang meriah" lebih dari seribu mata melihat perlombaan ini,, ngauem pun sudah bersiap di garis start,, wajahnya nampak percaya diri,, dan si lik man berdiri di dekat garis start sambil menyemangati istri tercintanya,, "sayang yang semangat ya..." dengan tanda mengerti si ngayem menganggukkan kepala sekali dengan tatapan mata yang membara,,
"nah para pemonoton, segera ambil posisi menonton anda yang paling nyaman,, dalam hitungan 5 kita akan membuka startnya,, lima,, empat,,tiga,,dua,, wajah ngayem sudah merah mebara,, menunjukakan bahwa ia siap dengan lomba ini,, dan dia datang untuk menang bukan sbagai pecundang, mulutnya yang didukung gigi monyong terlihat sangat sangar sehingga menakuit petugas star......"satu" dengan semangat ngayem mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga agar dia bisa langsung memimpin,, debu mulai beterbangan mengiri kawanan ibu2 pembalap sepeda,,
putaran demi putaran ngayem selalu memipin, dengan muka yang aneh dan desahan si ngayem terus mengayuh sepedanya,, semakin cepat semakin cepat dan semakin cepat,, hingga di meninggalkan para pesaingnya jauh di belakang,, "sodara2 ngayem peserta dengan no mor start 12 memimpin perlombaan dan sepertinya dia akan menjadi juara dlam perlombaan kali ini,, balapan tinggal satu putaran saja namun ngayem masi terlihat merem melek dengan sepedanya" dan akhirnya nayem masuk garis finis di urutan pertama...namun si ngayem dengan semangatnya masih mengayuh sepedanya satu putaran lagi,, dan membuat semua heran dengan tenaga si ngayem....hingga samapai di tempat istirahat untuk para peserta seorang ibu bertanya kepada ngayem:

prapty : wah bungayem ini lho hebat....
ngayem : hebat bagai mana bu ?
prapty : hebat sekali bisa juara,, bahkan masi nambah satu putaran lagi
ngayem : ah ibu bisa saja
prapty : apa bu rahasianya,, kok bs tahan lama seperti itu
ngayem : ini semua berkat suami saya bu...
prapty : suami ibu ?
ngayem :iya bu, dai yang memodifikasi sedel sepeda saia ?
prapty : sedel sepeda ?? (si ibu semakin penasaran)
ngayem : iya bu,, lihat saja sendiri
(ternyata sepeda ngayem mempunyai bentuk sedel yang berbeda dengan sedel sepeda yang lazim di gunakan,,)
prapty : jadi ???
ngayem : iya buk....saya tadi nambah satu putaran lagi karena nanggung enaknya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar